Lapas Narkotika Samarinda Binaan: Berantas Buta Aksara dengan Program Edukasi

Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda, Kalimantan Timur, menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberantas buta aksara di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Program ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk mendukung reintegrasi sosial WBP setelah mereka kembali ke masyarakat. Kepala Lapas, Jaka Prihatin, menekankan pentingnya memberdayakan setiap WBP dengan kemampuan dasar calistung (baca, tulis, dan hitung) sebagai modal bagi kehidupan mereka di masa depan.

Di Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Pintar, puluhan WBP yang belum mampu membaca dan menulis diberikan kesempatan untuk belajar di bawah bimbingan Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik. Program pembelajaran ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademis dasar, tetapi juga untuk menanamkan motivasi agar para warga binaan bisa menghadapi kehidupan dengan lebih baik dan produktif.

Jaka Prihatin menegaskan bahwa program ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pembinaan di Lapas, yang diharapkan dapat mengurangi stigma dan memberikan peluang kerja bagi mantan narapidana. Lapas Narkotika Samarinda bertransformasi menjadi pusat rehabilitasi yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia para WBP. Dengan pendekatan pemberdayaan melalui pendidikan, Lapas berupaya untuk memutus mata rantai kriminalitas dan menyiapkan WBP untuk diterima kembali dalam masyarakat sebagai kontributor yang positif.

Source link

Hot Topics

Related Articles