Marak Curanmor: Mahasiswa Unej KKN Ditarik di Lumajang

LP2M Universitas Jember memutuskan untuk menarik seluruh mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Keputusan ini diambil setelah terjadi beberapa kasus pencurian kendaraan bermotor, termasuk milik mahasiswa peserta KKN dan warga sekitar. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada mahasiswa yang berpartisipasi dalam program tersebut.

Dalam rapat daring dengan OPD Lumajang dan PIC dari kampus pengirim, diputuskan bahwa semua mahasiswa KKN di Lumajang akan ditarik. Keputusan ini diambil setelah beberapa kejadian kurang menguntungkan terjadi secara berurutan dengan modus operandi yang serupa. Mahasiswa tidak kehilangan kendaraan karena kelalaian, namun hilang di tempat yang seharusnya aman.

Penarikan mahasiswa dilakukan agar kondisi keamanan di Lumajang dapat ditingkatkan, bukan karena menilai bahwa Lumajang tidak aman. Tindakan ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta dengan total 1.328 mahasiswa yang tersebar di 105 desa. Meskipun jadwal KKN seharusnya berlangsung sampai Agustus 2025, namun dengan adanya kasus curanmor, kegiatan ini diputuskan untuk ditarik dari Lumajang.

Dengan penarikan ini, diharapkan tidak akan ada lagi mahasiswa yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor di Lumajang. Kasus pencurian sepeda motor menimpa beberapa mahasiswa baik dari FISIP Unej maupun UIN KHAS Jember. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan mahasiswa yang terlibat dalam program KKN Kolaboratif di daerah tersebut.

Source link

Hot Topics

Related Articles