BKSDA Sumbar Gagalkan Perdagangan Sisik Tenggiling di Padang
Perburuan dan perdagangan satwa dilindungi kembali terbongkar di Sumatera Barat. Kali ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama Kepolisian Daerah setempat menggagalkan upaya peredaran puluhan kilogram sisik tenggiling di Kota Padang. Dalam operasi tersebut, tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi ikut diamankan.
Lebih dari 25 Kilogram Sisik Tenggiling Disita
Petugas menyita lebih dari 25 kilogram sisik tenggiling serta satu kendaraan yang diduga dipakai untuk mengangkut barang bukti. Seluruh terduga pelaku bersama barang sitaan kemudian dibawa ke Polda Sumbar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil penelusuran awal, barang bukti itu disebut berasal dari lebih dari 100 ekor tenggiling.
Diduga Melanggar Aturan Konservasi
Ketiga terduga pelaku kini disangkakan melanggar Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Tenggiling sendiri merupakan mamalia bersisik yang status konservasinya sangat terancam punah, sehingga perdagangannya menjadi salah satu ancaman serius bagi kelestarian satwa liar.
Tim Gabungan Telusuri Jaringan Lain
Meski penangkapan sudah dilakukan, tim gabungan belum berhenti bekerja. Aparat masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam rantai perdagangan ilegal ini. Penindakan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perdagangan bagian tubuh satwa liar masih terus berlangsung dan membutuhkan pengawasan yang lebih ketat di lapangan.
Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk ikut mendukung pelestarian satwa dilindungi dengan tidak membeli, menjual, atau memperdagangkan satwa liar maupun bagian tubuhnya. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan aktivitas serupa agar praktik ilegal seperti ini bisa dihentikan sebelum menjangkau lebih banyak korban satwa.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

