Desa Botubarani di Gorontalo memiliki keindahan alam yang menakjubkan, terutama keberadaan hiu paus yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menekankan pentingnya menjaga kelestarian hiu paus sebagai bagian dari upaya pengembangan wisata berkelanjutan di desa tersebut. Pengembangan wisata hiu paus harus dilakukan dengan memperhatikan habitat alami satwa laut langka tersebut tanpa mengganggunya.
Hiu paus memberikan pengalaman unik bagi wisatawan, mulai dari melihatnya dari dekat di bibir pantai hingga menyaksikannya dari perahu nelayan atau paddleboard. Potensi besar ini juga membawa tantangan dalam menjaga keberlangsungan hiu paus dan habitatnya seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan. Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango untuk merumuskan langkah-langkah pengelolaan wisata hiu paus yang berkelanjutan.
Seluruh pihak, termasuk wisatawan, diminta untuk berperilaku bertanggung jawab saat menikmati atraksi hiu paus. Selain menjaga jarak aman, wisatawan juga diminta untuk tidak memberi makan langsung atau mencemari laut. Botubarani juga diharapkan dapat menciptakan atraksi tambahan selain hiu paus untuk diversifikasi daya tarik wisata.
Kemunculan hiu paus juga telah membawa dampak positif bagi masyarakat setempat di Desa Botubarani. Pariwisata kini dikelola secara mandiri oleh warga, dan mereka berharap wisata di desa mereka dapat menjadi tujuan wisata yang populer seperti Bali. Keberadaan rumpon plankton sebagai penunjang ekosistem laut juga diharapkan dapat menarik lebih banyak hiu paus ke perairan sekitar, sehingga wisatawan selalu bisa menemui mereka.
Selain Desa Botubarani, Ni Luh Puspa juga mengunjungi Desa Wisata Religi Bubohu Bongo untuk membahas pengembangan destinasi wisata setempat. Kunjungannya juga termasuk meninjau fasilitas toilet bersih di Pantai Dulanga yang didukung oleh Kementerian Pariwisata. Semua ini merupakan langkah menuju pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

