Institut Leimena Menguatkan Pemahaman LKLB Guru dengan Kemendikdasmen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerjasama dengan Institut Leimena telah mengadakan International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy untuk memperkuat pemahaman guru tentang literasi keagamaan lintas kebudayaan (LKLB). Konferensi tersebut diadakan di Jakarta pada 11-12 November dengan melibatkan sekitar 50 narasumber dari dalam dan luar negeri serta sekitar 250 peserta. Tujuan konferensi ini adalah untuk memperkuat pemahaman literasi lintas budaya dan agama sebagai pondasi dalam membentuk karakter yang menunjukkan tinggi pluralisme, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Acara ini tahun ini mengambil tema “Education and Social Trust in Multifaith and Multicultural Societies” yang akan membahas peran pendidikan dalam membangun sikap saling percaya dalam masyarakat multireligi dan multikultural. Konferensi ini diharapkan menjadi wadah bagi pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil untuk berkontribusi dalam mengatasi polarisasi di dunia. Literasi keagamaan lintas budaya dianggap penting dalam memperkuat karakter generasi muda yang inklusif dan mampu bekerja sama dengan individu yang berbeda.

Program LKLB Indonesia yang dijalankan oleh Institut Leimena bekerja sama dengan lebih dari 40 mitra lembaga pendidikan dan keagamaan telah menjadi inisiatif yang dikenal luas di dunia, terutama di ASEAN. Terminologi “literasi keagamaan lintas budaya” juga disebutkan dalam dokumen ASEAN 2045: Our Shared Future, sejalan dengan tujuan untuk menciptakan Komunitas ASEAN yang inklusif dan kohesif. Program LKLB telah diikuti lebih dari 10.600 guru dari 38 provinsi di Indonesia.

Kemendikdasmen menyebutkan bahwa Program LKLB strategis dan menyentuh akar rumput, yaitu para guru sebagai agen perubahan. Program ini tidak hanya berhenti pada tahap saling mengenal, tetapi juga sejalan dengan rekomendasi Komisi Internasional UNESCO untuk Masa Depan Pendidikan tahun 2021, yang menekankan pentingnya “pedagogi yang mendorong kerja sama dan solidaritas”. Dengan adanya program-program seperti LKLB, diharapkan literasi keagamaan lintas budaya dapat menjadi landasan yang kuat dalam membangun masyarakat yang inklusif dan penuh toleransi.

Source link

Hot Topics

Related Articles