Anggota Polres Situbondo, Jawa Timur, bekerjasama dengan personel dari Kodim 0823 serta pemerintahan desa dan masyarakat setempat melakukan kerja gotong royong untuk membangun jembatan darurat berbahan kayu dan bambu. Hal ini dilakukan sebagai respons cepat atas jembatan yang terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Jembatan yang menghubungkan Desa Patemon dan Desa Wringinanom terputus akibat cuaca buruk pekan sebelumnya.
Kerja bakti TNI/Polri, pemerintahan desa, dan masyarakat dimulai sejak Senin kemarin dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Pembangunan jembatan darurat ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan mobilitas warga yang terhambat pasca-banjir. Dengan menggunakan alat seadanya dan memanfaatkan bahan kayu dan bambu, warga gotong royong untuk menyusun jembatan sehingga dapat segera dilewati.
Kepala Desa Wringinanom, Sahrudin, memberikan apresiasi atas respons cepat dari Polres Situbondo dan Kodim 0823 serta kerja sama masyarakat dalam membangun jembatan darurat. Akses warga pun kembali terbuka berkat kekompakan semua pihak, dan hal ini sangat penting bagi kelancaran ekonomi desa pasca-banjir. Banjir bandang yang terjadi pada Rabu malam telah mengakibatkan rumah warga terdampak mencapai 7.435 unit, tersebar di enam kecamatan.
Kecamatan Banyuglugur menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dengan jumlah rumah terdampak mencapai 1.271 unit. Selain itu, berbagai wilayah lain seperti Kecamatan Besuki dan Mlandingan juga turut terdampak. Hujan dengan intensitas tinggi ini juga menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi rumah warga di beberapa desa. Dengan bantuan dan kerjasama semua pihak, akses masyarakat dapat pulih kembali dan membantu memulihkan kondisi pasca-banjir di Situbondo, Jawa Timur.

