Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penarikan pasukan TNI yang sedang berada dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menekankan pentingnya langkah penarikan pasukan sebagai langkah untuk melindungi prajurit Indonesia yang sedang bertugas di wilayah konflik yang semakin berisiko. Muzani menyatakan bahwa hal ini merupakan bentuk perlindungan negara terhadap warganya, sesuai dengan konstitusi. Dalam konteks penugasan UNIFIL, wilayahnya di Lebanon dinilai sebagai wilayah yang berbahaya dan berisiko tinggi, menyebabkan MPR merasa perlu untuk menyuarakan pandangan ini kepada masyarakat. Desakan ini muncul setelah terjadi insiden kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pasukan perdamaian Indonesia di kawasan konflik. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan TNI dalam misi internasional tersebut, termasuk dalam mempertimbangkan opsi penarikan demi keselamatan prajurit.

