Rumah di Panglima Polim: Markas Perencanaan Serangan Aktivis KontraS

Sebuah rumah di kawasan Jalan Panglima Polim III diduga menjadi lokasi perencanaan aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Hunian dua lantai bernomor 11 di wilayah Kebayoran Baru tersebut diketahui memiliki pagar tertutup serta kaca gelap yang tidak tembus pandang. Bahkan, berdasarkan penelusuran digital, tampilan rumah itu tidak terlihat melalui fitur jalan di Google Maps. Mengutip laporan media, para pelaku diduga sempat berkumpul di lokasi tersebut sebelum melancarkan aksinya pada 12 Maret 2026. Rekaman kamera pengawas juga menunjukkan dua eksekutor masuk ke rumah itu usai melakukan penyerangan terhadap korban. Dugaan ini turut dikonfirmasi oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia bersama KontraS dalam keterangan usai Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR. Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, menyebut lokasi tersebut berada di kawasan Panglima Polim dan Melawai, yang diduga menjadi titik penting dalam rangkaian peristiwa. Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri hingga kini dinilai belum sepenuhnya terungkap, terutama terkait aktor intelektual di balik serangan tersebut. Isnur menilai, keberadaan rumah yang diduga digunakan sebagai titik kumpul pelaku menunjukkan bahwa aksi tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan terencana dan terkoordinasi. Ia pun mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih jauh peran rumah tersebut guna mengungkap jaringan pelaku secara menyeluruh, termasuk pihak yang diduga memberi perintah dan pendanaan dalam aksi kekerasan tersebut.

Source link

Hot Topics

Related Articles