DPR Geram: Kecaman Terhadap Kematian PRT di Jakpus

DPR Geram terkait Kasus PRT Tewas di Bendungan Hilir

Jakarta – Kasus tragis tewasnya seorang pekerja rumah tangga (PRT) berusia 15 tahun di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, telah menarik perhatian tajam dari anggota DPR. Dinilai bahwa penanganan kasus ini lambat, anggota dewan turun tangan untuk mengawal proses hukum dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Yoyok Riyo Sudibyo: Tindakan Cepat Dibutuhkan

Anggota DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, secara langsung terlibat dalam kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban. Ia menyatakan bahwa langkah cepat dan tindakan nyata harus diambil, bukan hanya pembahasan formal tanpa hasil konkret.

Yoyok menyebut bahwa rapat-rapat tanpa tindak lanjut tidak akan menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, kecepatan dalam menanggapi kasus ini sangat penting agar keadilan dapat terwujud.

Kasus Muncul Setelah Undang-Undang Perlindungan PRT Disahkan

Kasus ini mencuat sehari setelah resmi disahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Dua PRT dilaporkan mengalami kekerasan di rumah majikannya pada tanggal 22 April 2026. Korban D meninggal setelah diduga terjun dari lantai empat rumah majikannya, sementara korban lain mengalami luka serius.

Yoyok telah berusaha memantau perkembangan penyidikan kasus ini di Polres Metro Jakarta Pusat. Meskipun sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk rekaman CCTV, namun penanganan kasus dianggap lambat tanpa kemajuan signifikan.

Ia juga menyinggung adanya dugaan tekanan pada keluarga korban untuk menyelesaikan kasus secara damai di luar jalur hukum. Yoyok menegaskan pentingnya keterlibatan negara dalam menjamin perlindungan bagi kelompok rentan seperti PRT.

Menurut Yoyok, tindakan nyata dan cepatlah yang diperlukan dalam penyelesaian kasus ini, bukan sekadar pertemuan tanpa hasil konkrit.

Source link

Hot Topics

Related Articles