Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen pada Triwulan I 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,59 persen secara tahunan pada triwulan I tahun 2026 dibandingkan dengan triwulan I-2025. Pertumbuhan ini didorong oleh lapangan usaha perdagangan besar, eceran, dan reparasi mobil serta sepeda motor.
Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran Menjadi Kontributor Tertinggi
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyatakan bahwa lapangan usaha perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta, menyumbang sebanyak 1,06 persen. Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi serta penyediaan akomodasi makan dan minum juga turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi.
Pada sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada triwulan I-2026 tercatat pada lapangan usaha penyediaan akomodasi makan dan minum yang tumbuh sebesar 10,84 persen. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara ke Jakarta.
Pertumbuhan Sektor Jasa dan Transportasi
Lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan sebesar 8,37 persen, didorong oleh kunjungan wisatawan nusantara ke tempat rekreasi dan hiburan. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 8,31 persen, terutama didorong oleh peningkatan jumlah penumpang angkutan rel, angkutan darat, angkutan laut, dan ASDP.
Di sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor tertinggi pertumbuhan ekonomi, diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto dan pengeluaran konsumsi pemerintah.
Dengan berbagai sektor yang terus tumbuh, ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 menunjukkan perkembangan yang positif dan potensi pertumbuhan yang cukup menjanjikan untuk ke depannya.

