Selama acara “Pelatihan Digital Creator dan Program Magang Komunikasi Pembangunan 2026” di Suites Hotel Surabaya, Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, memberikan pandangannya terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Teguh, kebijakan ini merupakan implementasi dari ideologi pembangunan yang prioritaskan kemandirian ekonomi nasional dalam konteks politik global yang realistis.
Analisis Konseptual
Teguh menggunakan karya-karya Hans J. Morgenthau, John J. Mearsheimer, dan Ruchir Sharma sebagai alat analisis untuk menjelaskan kerangka berpikirnya. Ia menekankan bahwa Indonesia saat ini harus fokus pada keamanan dan kepentingan nasional, serta melakukan pergeseran paradigma menuju ekonomi berbasis intervensi negara.
Dalam perspektif realisme ofensif ala Mearsheimer, Teguh menyoroti perubahan dunia menuju anarki, yang mendorong negara untuk memperkuat kekuasaannya guna mempertahankan eksistensi. Prabowo Subianto menghadirkan konsep ekonomi berbasis negara sebagai respons terhadap dinamika global saat ini.
Implementasi Ideologi Pembangunan
Teguh menyoroti konsep keamanan inklusif dan netralitas aktif yang diterapkan oleh Indonesia dalam konteks hubungan internasional. Dia juga menganggap bahwa ideologi pembangunan Prabowo turut mengambil inspirasi dari pemikiran ekonomi ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, yang dikenal dengan istilah “Soemitronomics”.
Langkah-langkah seperti hilirisasi industri, trilogi pembangunan, dan pembentukan BPI Danantara dipandang sebagai upaya untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui industrialisasi yang massif. Pendekatan ini juga mencakup sosialisme demokrasi, yang menekankan pengelolaan ekonomi secara mandiri melalui koperasi dalam konteks demokratis.
Menurut Teguh, investasi dalam modal manusia, seperti program Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis, menjadi kunci dalam pembangunan jangka panjang. Dia juga menyoroti pentingnya desentralisasi kekuasaan ekonomi melalui pembentukan Koperasi Merah Putih serta peluang Indonesia dalam Energi Baru Terbarukan untuk mencapai kedaulatan energi nasional.
Dalam kesimpulannya, Teguh menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Indonesia membutuhkan sinergi antara kebijakan negara yang kuat dan partisipasi aktif masyarakat. Ideologi pembangunan yang diusung Prabowo Subianto diyakini sebagai landasan menuju Indonesia yang mandiri dan berdaya di panggung global.

