JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Indonesia telah mencapai capaian strategis di sektor pangan dengan mencapai cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 5,3 juta ton. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menekankan bahwa capaian ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman dan harga pangan tetap terjangkau.
Capaian Strategis di Sektor Pangan
Menurut Prasetyo, capaian ini tidak terlepas dari kerja keras para petani di seluruh Indonesia yang berperan penting dalam mencapai swasembada pangan nasional. Ia mengapresiasi para petani yang terus menjaga produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan, sehingga cadangan pangan nasional dapat diperkuat.
“Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” ujar Prasetyo.
Dukungan Ketersediaan Pupuk
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga menegaskan bahwa penguatan sektor pangan nasional didukung oleh ketersediaan pupuk yang melimpah, penurunan harga pupuk domestik, serta keberhasilan ekspor pupuk ke negara lain seperti Australia, Filipina, Brasil, dan India.
Amran mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri, tetapi juga telah menjadi pemasok pupuk bagi beberapa negara lain. Hal ini merupakan bukti keberhasilan dari kebijakan dan gagasan Presiden Republik Indonesia dalam penguatan sektor pangan nasional.
Pemerintah menilai bahwa menjaga stok beras nasional dan surplus pupuk menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan, terutama di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional.

