Sebuah inovasi baru telah diperkenalkan oleh mahasiswa Program Studi Bisnis Kreatif, Vokasi Universitas Indonesia, yang bertujuan untuk memudahkan proses berpakaian bagi perempuan dengan keterbatasan motorik, lansia, dan penyandang disabilitas. Inovasi tersebut dikenal dengan nama Rekat, sebuah bra inklusif yang dirancang dengan memperhatikan aspek kenyamanan dan estetika.
Mengatasi Tantangan Berpakaian bagi Perempuan Berkebutuhan Khusus
Menurut Patricia Revi De Mila, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan Rekat, aktivitas berpakaian seringkali menjadi tantangan besar bagi perempuan dengan keterbatasan fisik, yang kemudian berdampak pada kemandirian dan rasa percaya diri mereka. Hal ini mendorong tim mahasiswa untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Proyek Rekat bermula dari mata kuliah Pengembangan Produk di mana mahasiswa diminta untuk mengidentifikasi masalah nyata dalam masyarakat, merancang solusi, dan menghasilkan prototipe yang fungsional. Dengan adanya Rekat, diharapkan dapat membantu memenuhi hak aksesibilitas bagi perempuan dengan berbagai keterbatasan di Indonesia.
Pendekatan Desain yang Berpusat pada Pengguna
Rekat hadir dalam bentuk bra tanpa kawat yang dilengkapi dengan sistem front magnetic interlock. Dengan mekanisme pengait magnet di bagian depan, pengguna dapat memakai dan melepaskan bra dengan gerakan yang lebih sederhana dan mandiri dibandingkan dengan pengait konvensional di bagian belakang.
Proses pengembangan Rekat memerlukan waktu sekitar tiga bulan, meliputi studi literatur, riset kebutuhan, eksplorasi material, dan wawancara mendalam dengan calon pengguna. Tim mahasiswa belajar bahwa inovasi terbaik lahir dari pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan pengguna serta kesederhanaan dalam pengalaman pengguna.
Dukungan dari Direktur Program Pendidikan Vokasi UI
Dr. Safrin Arifin, selaku Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, menyatakan bahwa Rekat merupakan contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan kreativitas dapat diimplementasikan dalam aksi sosial yang inklusif. Inovasi ini juga memiliki potensi untuk menjadi model bagi produk-produk fesyen inklusif di Indonesia, yang menitikberatkan pada ramah terhadap disabilitas dan keadilan sosial.
Dengan pengembangan Rekat, diharapkan dapat membuka jalan bagi lahirnya produk-produk kreatif lainnya yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan dalam aktivitas sehari-hari.

