Kementerian Perdagangan Sediakan Program Diskon untuk Jaga Daya Beli Warga
Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menawarkan program diskon di pusat perbelanjaan dan department store sebagai upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk dalam negeri. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai level 117 pada Juni 2026.
Program Diskon untuk Dorong Pertumbuhan Produk Domestik
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa program diskon, seperti Belanja di Indonesia Aja (BINA) dan Merdeka Madness, merupakan cara merangsang pertumbuhan ekonomi dan daya beli terhadap produk-produk lokal. Hal ini dilakukan atas kerjasama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Menurut Budi, permintaan produk fesyen dalam negeri terus menunjukkan tren positif dengan meningkatnya porsi produk lokal hingga 60%. Faktor kualitas dan permintaan yang tinggi dari masyarakat menjadi alasan utama di balik pertumbuhan ini.
Minat Masyarakat Terhadap Produk UMKM Lokal Meningkat
Anita Ratnasari Tanjung, Presiden Komisaris Metro Department Store, mengamati minat masyarakat terhadap produk UMKM lokal juga semakin tinggi. Pelaku UMKM kini lebih inovatif dan mampu mengikuti tren pasar sesuai kebutuhan generasi milenial dan Z.
Metro Departement Store sendiri telah mengalokasikan sekitar 60% ruang penjualan untuk produk dalam negeri, termasuk fesyen yang telah melalui proses kurasi. Dengan terus memperluas jaringan dari Jakarta hingga ke berbagai kota di Indonesia, Metro berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah dan pelaku UMKM untuk menghadirkan produk lokal yang inovatif.
Dengan adanya program diskon dan peningkatan minat terhadap produk lokal, diharapkan masyarakat semakin percaya dan terdorong untuk membeli produk dalam negeri demi mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

