Tantangan Reformasi Kepolisian Menurut Wakil Menko HAM
Menyikapi tantangan utama dalam reformasi kepolisian, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai perubahan secara berkelanjutan dalam kehidupan organisasi.
Kompleksitas Reformasi Kultural
Reformasi kepolisian tidak hanya mengenai aspek regulasi dan struktur kelembagaan, tetapi juga melibatkan perubahan kultur yang memerlukan konsistensi dan waktu. Otto mengakui bahwa pemerintah menerima dengan baik masukan dan pandangan dari mahasiswa terkait hal ini.
Dalam audiensi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Otto menyampaikan bahwa reformasi kultural dalam kepolisian adalah proses yang lebih kompleks daripada perubahan struktural. Hal ini membutuhkan komitmen dan pelaksanaan yang berkesinambungan untuk dapat terwujud.
Peran Mahasiswa dalam Reformasi
Perhatian mahasiswa terhadap isu hukum dan reformasi institusi kepolisian dinilai sebagai bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan publik. Otto memberikan apresiasi atas masukan yang disampaikan mahasiswa karena dianggap akan membawa perubahan yang diharapkan dapat dijalankan oleh kepolisian dengan bijaksana.
Sebagai tindak lanjut, masukan yang diberikan oleh BEM FH Undip akan didiskusikan lebih lanjut dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan reformasi kepolisian ke depan.
Artikel ini diambil dari ANTARA.

