Tarawih Perdana Warga Kampung Toweren Nuken Aceh di Surau
Malam pertama Ramadan di Kampung Toweren Nuken, Lut Tawar, Aceh Tengah, menghadirkan suasana yang bukan sekadar khidmat, tetapi juga penuh rasa lega. Setelah sempat terdampak banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu, warga akhirnya kembali menunaikan shalat tarawih berjamaah di surau yang telah dibersihkan. Bagi masyarakat setempat, momen ini menjadi penanda bahwa ruang ibadah mereka kembali bisa digunakan, sekaligus simbol bangkitnya kehidupan warga setelah masa sulit.
Surau Kembali Jadi Pusat Ibadah Warga
Kehadiran jamaah pada tarawih perdana itu menunjukkan kuatnya semangat warga untuk memulai Ramadan dengan kebersamaan. Surau yang sebelumnya terdampak bencana kini kembali menjadi tempat berkumpul, beribadah, dan saling menguatkan. Di tengah bekas-bekas cobaan yang pernah melanda, pelaksanaan tarawih berjamaah terasa lebih bermakna karena dilakukan setelah proses pembersihan dan pemulihan.
Rasa Syukur Mengiringi Malam Pertama Ramadan
Bagi warga Kampung Toweren Nuken, bisa kembali salat tarawih di surau bukan hanya soal ibadah rutin, melainkan juga ungkapan syukur setelah melewati situasi yang tidak mudah. Suasana haru mewarnai malam itu, saat masyarakat duduk berdampingan dan menjalankan ibadah dengan khusyuk. Di tengah keterbatasan dan pengalaman pahit akibat bencana, kebersamaan di surau memberi penguatan baru bagi mereka untuk memasuki bulan suci.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

