Prabowo Soroti Jejak Dukungan AS dalam Sejarah RI di Gala Iftar Washington DC
Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan forum Gala Iftar Dinner Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat, untuk menyinggung kembali salah satu bab penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan Amerika Serikat. Di hadapan para undangan, ia mengingat bahwa dukungan Washington terhadap Indonesia telah terasa sejak masa perjuangan kemerdekaan, tepatnya pada periode 1945–1949.
Menurut Prabowo, jejak sejarah itu bukan sekadar catatan diplomatik, melainkan fondasi moral yang ikut membentuk kedekatan kedua negara hingga hari ini. Ia menilai, hubungan yang telah melewati masa-masa sulit layak dijaga dengan sikap saling menghormati dan kesadaran bahwa persahabatan internasional tidak lahir dalam semalam.
Pesan Non-Blok, Tapi Tetap Bersahabat
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang tradisi politik luar negeri non-blok. Namun, prinsip itu tidak berarti menutup diri dari kerja sama dengan negara besar, termasuk Amerika Serikat. Di hadapan forum bisnis tersebut, ia menekankan bahwa Indonesia ingin menjadi jembatan di tengah dinamika global, tanpa kehilangan sikap hormat terhadap kekuatan-kekuatan besar dunia.
Ia menyebut sikap para pendiri bangsa yang selalu mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan pihak-pihak yang pernah membantu Indonesia saat berada dalam masa paling sulit. Bagi Prabowo, ingatan semacam itu penting agar hubungan antarnegara dibangun bukan hanya di atas kepentingan sesaat, tetapi juga pada penghargaan terhadap sejarah.
Harapan Baru dari Perjanjian Perdagangan
Selain menyinggung sejarah, Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menantikan penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik yang disebutnya dapat menjadi dorongan besar bagi kemitraan kedua negara.
Negosiasi perjanjian itu telah berlangsung sejak 2025 dan diharapkan memperkuat kerja sama ekonomi yang selama ini terus berkembang. Prabowo menilai sejumlah kesepakatan yang sudah ditandatangani menjadi modal penting untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih solid, terutama di sektor perdagangan dan investasi.
Dengan nada yang menekankan kesinambungan antara sejarah dan kepentingan masa kini, Prabowo menggambarkan hubungan Indonesia–Amerika Serikat sebagai kemitraan yang masih punya ruang besar untuk tumbuh. Ia menaruh harapan agar kerja sama ekonomi yang sedang dibangun dapat memberi arah yang lebih kuat bagi hubungan kedua negara di masa depan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

