Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperingatkan tentang potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 akibat prediksi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dari biasanya. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran dengan cara tidak membuka lahan menggunakan pembakaran. Menurut beliau, praktik pembakaran lahan yang dianggap sebagai cara cepat dapat mengakibatkan risiko tinggi dan dampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kemenhut terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Raja Juli juga menyoroti bahwa kondisi kemarau tahun ini berpotensi memperparah risiko kebakaran, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan sejak dini. Pemerintah menilai bahwa dampak karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas transportasi akibat kabut asap. Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta untuk mematuhi aturan dan tidak menggunakan api dalam membuka lahan guna mencegah bencana yang lebih besar.

