Postidar Kecam Video Pernyataan Amien Rais Terkait Teddy Indra Wijaya
Beberapa tokoh dari Poros Profesional Terpadu untuk Indonesia Raya (Postidar) mengecam penyebaran video yang diduga berisi pernyataan Amien Rais mengenai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Mereka menilai video tersebut berpotensi menimbulkan kegelisahan di masyarakat dan memicu opini yang menyesatkan.
Ahmad Kailani: Tuduhan Tanpa Dasar
Anggota Presidium Postidar, Ahmad Kailani, mengatakan bahwa tudingan dalam video tersebut tidak hanya tidak mendidik, tetapi juga berpotensi fitnah karena memberikan label tanpa dasar yang jelas.
“Tudingan yang disampaikan tidak hanya tidak mendidik, tetapi juga berpotensi menjadi fitnah karena memberi label tanpa dasar yang jelas,” ujar Ahmad dalam keterangan resmi.
Ahmad menegaskan bahwa narasi yang tidak akurat dapat membentuk persepsi yang salah dan memperkeruh situasi politik nasional.
Sulaiman Haikal: Desakan Klarifikasi
Ketua Pijar 98 dan Presidium Postidar, Sulaiman Haikal, mendesak agar pernyataan dalam video segera diklarifikasi. Dia menegaskan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat berdampak serius, terutama jika disampaikan oleh tokoh publik yang berpengaruh di masyarakat.
“Pernyataan seperti itu tidak pantas disampaikan oleh tokoh sebesar beliau. Jika ini bagian dari politik pecah belah, dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat,” tegas Sulaiman.
Respons dari Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga menanggapi video yang beredar tersebut. Ia menyebut narasi dalam video tersebut mengarah pada fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang berpotensi merusak ruang publik yang sehat.
Menurut Meutya, video tidak hanya menyerang Teddy Indra Wijaya, tetapi juga Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi.
Postidar menegaskan bahwa ruang demokrasi harus dijaga dengan etika dan tanggung jawab, bukan dengan penyebaran tuduhan tanpa dasar yang dapat merusak reputasi individu dan stabilitas sosial secara luas.

