Iran Menolak Rencana Prancis Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

Iran Tolak Proposal Prancis soal Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz

Iran menolak proposal yang didukung Prancis untuk bekerja sama dalam pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Iran akan melaksanakan operasi pembersihan ranjau di selat tersebut sepenuhnya tanpa keterlibatan negara lain.

Situasi Sensitif dan Kompleks

Gharibabadi menekankan bahwa kondisi di Selat Hormuz saat ini masih sangat sensitif dan kompleks. Ia juga menyarankan Prancis agar tidak memperumit situasi dengan provokasinya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan terhadap proposal dari Prancis yang ingin bekerja sama dalam pembersihan ranjau di selat strategis tersebut.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sebelumnya mengumumkan bahwa Prancis dan Oman akan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz untuk memastikan jalur pelayaran yang “bebas dan tanpa syarat” di wilayah tersebut. Meskipun demikian, Iran tetap bersikukuh bahwa pengelolaan navigasi dan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz tetap menjadi tanggung jawab Iran sebagai negara pantai.

Konflik di Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi transportasi minyak mentah dan gas alam cair global. Pada 28 Februari 2026, ketegangan di wilayah tersebut semakin meningkat akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran. Sejak saat itu, Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan regional yang membutuhkan koordinasi yang baik antar negara yang terlibat.

Berdasarkan kesepakatan dengan Washington yang ditandatangani secara daring pada 18 Juni lalu, Iran berkomitmen untuk memulihkan transit maritim dan menetapkan mekanisme navigasi sementara di Selat Hormuz. Dengan demikian, pengaturan maritim di selat tersebut tetap di bawah koordinasi Iran sebagai negara yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.

Source link

Hot Topics

Related Articles